Jalan Berlubang di Flyover Pancoran Telah Ditambal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menyelesaikan penambalan jalan berlubang di Flyover Pancoran yang selama berminggu-minggu menjadi keluhan utama pengendara pada 14 Januari 2026; lubang-lubang tersebut yang sempat mencapai kedalaman hingga 30 sentimeter dan lebar hampir satu meter telah ditutup menggunakan campuran aspal panas serta beton cepat kering sejak malam sebelumnya, pekerjaan dilakukan secara maraton selama hampir 18 jam tanpa menghentikan total arus lalu lintas, sehingga flyover yang menghubungkan kawasan Tebet hingga Pancoran kembali bisa dilintasi dengan lebih aman meskipun masih dalam tahap pemantauan intensif selama seminggu ke depan. BERITA BOLA
Penyebab Kerusakan dan Proses Penambalan: Jalan Berlubang di Flyover Pancoran Telah Ditambal
Kerusakan jalan di Flyover Pancoran bermula dari genangan air yang lama menggenang akibat drainase tersumbat ditambah beban lalu lintas berat yang melebihi kapasitas desain asli; lubang pertama muncul sekitar pertengahan Desember 2025 dan semakin membesar karena hujan deras yang terus menerus serta truk-truk pengangkut barang yang melintas setiap hari, keluhan warga yang sudah ramai di media sosial akhirnya mendorong pemerintah daerah bergerak cepat, tim teknis dari Dinas Bina Marga bersama kontraktor pelaksana mulai bekerja pada malam hari 13 Januari agar tidak terlalu mengganggu arus siang hari, proses penambalan melibatkan pengupasan aspal rusak, pembersihan dasar lubang, pengecoran beton cepat kering sebagai dasar, lalu dilapisi aspal panas setebal 10 sentimeter, seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat dari petugas lalu lintas agar kendaraan tetap bisa lewat secara bergantian di satu lajur.
Dampak Positif dan Respons Pengendara: Jalan Berlubang di Flyover Pancoran Telah Ditambal
Setelah penambalan selesai, kondisi jalan di Flyover Pancoran langsung terasa jauh lebih mulus dibandingkan sebelumnya; pengendara yang melintas pada pagi 14 Januari melaporkan bahwa getaran dan risiko pecah ban yang biasa mereka rasakan sudah hilang, beberapa sopir ojek online bahkan menyatakan terima kasih secara langsung kepada petugas yang masih membersihkan sisa material di lokasi, pemerintah provinsi juga memasang rambu peringatan sementara untuk mengurangi kecepatan kendaraan di area tersebut selama masa pemantauan, langkah ini diharapkan bisa mencegah kerusakan ulang akibat beban berat, respons positif dari masyarakat menjadi angin segar bagi Dinas Bina Marga yang sebelumnya mendapat kritik keras karena lambat menangani keluhan, banyak warga yang berharap pola kerja cepat seperti ini bisa diterapkan di flyover dan jalan lain yang masih punya masalah serupa di Jakarta.
Upaya Pencegahan Kerusakan di Masa Depan
Pemerintah provinsi menyatakan bahwa penambalan ini bukan solusi sementara semata, melainkan bagian dari program pemeliharaan rutin yang akan diperkuat mulai tahun ini; rencana jangka pendek mencakup peningkatan kapasitas drainase di bawah flyover agar air tidak menggenang lagi, pemasangan sensor pemantau kondisi jalan untuk mendeteksi kerusakan dini, serta pengaturan jadwal pemeriksaan rutin setiap tiga bulan sekali, untuk jangka panjang, ada kajian untuk memperkuat struktur flyover dengan material yang lebih tahan beban berat dan cuaca ekstrem, masyarakat juga diminta ikut serta dengan melaporkan kerusakan kecil melalui aplikasi pengaduan resmi agar bisa ditangani sebelum membesar, langkah pencegahan ini diharapkan bisa mengurangi biaya perbaikan yang selama ini cukup besar akibat kerusakan yang dibiarkan terlalu lama.
Kesimpulan
Penambalan jalan berlubang di Flyover Pancoran menjadi kabar baik bagi ribuan pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut; meskipun prosesnya cepat dan efektif, keberhasilan ini harus diikuti dengan pemeliharaan berkelanjutan agar masalah serupa tidak muncul kembali, upaya pemerintah provinsi dalam menangani keluhan dengan cepat patut diapresiasi, namun tantangan sebenarnya ada pada konsistensi program pencegahan di seluruh infrastruktur jalan di Jakarta, semoga kasus ini menjadi pelajaran agar perbaikan jalan tidak lagi menunggu sampai viral di media sosial, melainkan dilakukan secara proaktif demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan.





