Banjir Terjadi di Harapan Baru 2 Bekasi. Kawasan Harapan Baru 2 di Bekasi kembali terendam banjir pada Kamis pagi, 23 Januari 2026, setelah hujan lebat mengguyur sejak Rabu malam. Genangan air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa melumpuhkan beberapa ruas jalan utama dan memasuki puluhan rumah warga. Kejadian ini menjadi banjir ketiga dalam dua minggu terakhir di wilayah tersebut, menambah kekhawatiran penduduk yang sudah sering menghadapi masalah serupa setiap musim hujan. BERITA TERKINI
Pendahuluan: Banjir Terjadi di Harapan Baru 2 Bekasi
Hujan deras yang turun hampir tanpa henti selama enam jam sejak Rabu malam menyebabkan luapan air dari saluran primer dan sungai kecil di sekitar Harapan Baru 2. Titik rawan utama berada di Jalan Harapan Baru Raya, sekitar perumahan cluster A dan B, serta kawasan ruko di pinggir jalan. Air mulai naik sejak dini hari dan mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas gabungan dari pemerintah kota, kecamatan, dan relawan langsung turun ke lokasi, tapi hingga siang hari genangan masih belum surut sepenuhnya. Ratusan warga terdampak, dengan beberapa rumah terendam hingga 60-80 cm. Akses keluar masuk kawasan terganggu, membuat banyak warga kesulitan beraktivitas.
Penyebab Banjir dan Kondisi Terkini: Banjir Terjadi di Harapan Baru 2 Bekasi
Penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan ekstrem ditambah sistem drainase yang belum mampu menampung volume air. Saluran di sepanjang Jalan Harapan Baru Raya sering tersumbat sampah dan sedimentasi, sementara pompa air di beberapa titik masih dalam tahap perbaikan atau kapasitasnya terbatas. Sungai kecil yang melintasi kawasan meluap karena debit air dari hulu tidak tertampung dengan baik. Hingga Kamis siang, ketinggian air di titik terparah mencapai 70-90 cm, membuat kendaraan roda dua kesulitan melintas dan mobil sedan terendam mesin. Petugas menggunakan pompa portable dan alat berat untuk menguras, tapi prosesnya lambat karena hujan tambahan yang sempat turun lagi pagi tadi. Beberapa ruas jalan alternatif di dalam perumahan juga tergenang, memaksa warga menggunakan jalan kaki atau menunggu bantuan evakuasi.
Dampak terhadap Warga dan Aktivitas Sehari-hari
Banjir ini langsung mengganggu kehidupan ratusan keluarga. Puluhan rumah terendam, dengan air masuk ke ruang tamu dan dapur. Beberapa warga melaporkan perabotan rusak dan stok makanan terancam. Anak-anak sekolah di kawasan itu kesulitan berangkat, dengan banyak orang tua memilih pembelajaran daring sementara. Karyawan yang bekerja di Bekasi atau Jakarta terlambat atau absen karena jalan utama tidak bisa dilalui. Pedagang kecil di sekitar cluster kehilangan pelanggan seharian, sementara ojek online dan transportasi umum sulit beroperasi. Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah hanya dari kerusakan rumah dan kendaraan. Warga menyatakan frustrasi karena banjir berulang meski sudah ada janji normalisasi saluran dari tahun sebelumnya. Beberapa kelompok masyarakat mulai mengorganisir gotong royong membersihkan saluran kecil sambil menunggu bantuan lebih besar dari pemerintah.
Upaya Penanganan dan Antisipasi ke Depan
Petugas gabungan terus bekerja menguras genangan dengan pompa dan excavator. Beberapa titik sudah mulai surut, terutama di bagian utara cluster, tapi ruas selatan masih parah. Pemerintah kota menyediakan posko darurat, truk tinja untuk membersihkan lumpur, serta bantuan logistik berupa makanan, air minum, dan obat-obatan. Ada juga distribusi tikar dan selimut untuk warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali sementara. Untuk antisipasi, pemerintah berjanji mempercepat pengerukan saluran utama, pemasangan pompa tambahan, dan pembersihan rutin. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan melaporkan penyumbatan segera. Prediksi cuaca menunjukkan hujan masih mungkin turun sporadis dalam beberapa hari ke depan, sehingga pemantauan terus dilakukan. Koordinasi antarinstansi dinilai lebih baik dibanding kejadian sebelumnya, tapi warga menuntut solusi permanen agar banjir tidak terus berulang.
Kesimpulan
Banjir di Harapan Baru 2 Bekasi pada 23 Januari 2026 kembali menunjukkan bahwa masalah drainase dan pengelolaan air di kawasan tersebut masih belum teratasi sepenuhnya. Hujan deras menjadi pemicu langsung, tapi akar masalah ada pada infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya disiplin membuang sampah. Dampaknya terasa berat bagi warga yang harus berjuang setiap musim hujan. Upaya penanganan sedang berlangsung intensif, dan ada harapan genangan bisa surut dalam waktu dekat. Namun, kejadian berulang ini menjadi pengingat bahwa solusi jangka panjang—seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, dan edukasi masyarakat—harus segera direalisasikan. Sampai saat itu, warga Harapan Baru 2 tetap harus bersiap menghadapi musim hujan dengan kewaspadaan lebih tinggi.




