IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa

IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga 2,5% pada Jumat pagi, 31 Januari 2026, memicu mekanisme trading halt pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Penurunan mendadak ini terjadi hanya dalam 30 menit pertama pembukaan perdagangan, membuat IHSG sempat terhenti di level 7.320–7.330 sebelum akhirnya ditutup sementara selama 30 menit oleh otoritas bursa. Tekanan jual masif dari investor asing dan domestik menjadi pemicu utama, ditambah sentimen negatif global yang masih membayangi pasar emerging. Setelah trading halt dicabut, IHSG sempat rebound tipis tapi tetap ditutup melemah signifikan sekitar 2,1% di level 7.345. Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya pasar saham Indonesia terhadap gejolak eksternal dan internal sekaligus. INFO CASINO

Penyebab Utama Penurunan Tajam: IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa

Penurunan IHSG pagi ini dipicu kombinasi beberapa faktor. Pertama, aksi profit-taking investor asing yang masif setelah IHSG sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan di akhir Januari. Net sell asing mencapai lebih dari Rp1,2 triliun hanya dalam satu jam pertama, terutama di saham-saham blue chip sektor perbankan dan konsumer. Kedua, sentimen global yang memburuk setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memicu kekhawatiran The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga. Ketiga, kekhawatiran domestik terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp16.200 per dolar AS pagi tadi, ditambah rumor revisi ke bawah target pertumbuhan ekonomi 2026 oleh pemerintah.
Saham-saham berbobot besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM menjadi penekan utama indeks, masing-masing turun 3–5% dalam hitungan menit. Volume perdagangan melonjak drastis hingga Rp8 triliun hanya dalam 30 menit pertama, menunjukkan panic selling yang cukup signifikan di kalangan investor ritel maupun institusi.

Trading Halt dan Respons Pasar: IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa

BEI langsung menerapkan trading halt selama 30 menit sesuai ketentuan Auto Rejection Bawah (ARB) 5% untuk IHSG secara keseluruhan. Mekanisme ini bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk menenangkan diri, mengevaluasi posisi, dan mencegah penurunan yang lebih dalam akibat panic selling berantai. Selama halt, transaksi dibekukan sementara dan order baru tidak dapat dimasukkan.
Setelah dibuka kembali pukul 10.00 WIB, IHSG sempat rebound sekitar 0,8% dalam 15 menit pertama berkat bargain hunting dari investor institusi domestik. Namun tekanan jual kembali muncul di sesi kedua, membuat indeks ditutup melemah 2,1% di level 7.345. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp14,8 triliun—salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir—dengan investor asing mencatat net sell Rp1,7 triliun.

Dampak dan Pandangan ke Depan

Penurunan tajam ini langsung memengaruhi sentimen investor ritel. Banyak trader harian yang terjebak posisi long terpaksa cut loss, sementara investor jangka panjang melihat ini sebagai peluang akumulasi saham blue chip yang diskon. OJK dan BEI menyatakan pasar tetap stabil secara fundamental dan mekanisme trading halt berfungsi dengan baik untuk menjaga ketertiban.
Analis pasar memproyeksikan volatilitas masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang rilis data inflasi domestik dan keputusan BI Rate Februari. Namun banyak yang melihat penurunan ini bersifat korektif setelah rally panjang sejak akhir 2025. Level support krusial berada di 7.200–7.250, sementara resistance di 7.500–7.600. Investor disarankan tetap waspada tapi tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan banyak emerging market lain.

Kesimpulan

Anjloknya IHSG 2,5% pagi ini dan pemicuan trading halt menjadi pengingat bahwa pasar saham Indonesia tetap rentan terhadap gejolak global dan aksi jual besar-besaran. Meski penurunan akhir hari sedikit lebih ringan di 2,1%, kejadian ini menunjukkan pentingnya mekanisme pengaman bursa dan perlunya kewaspadaan investor di tengah ketidakpastian. Persib Bandung, yang baru saja memuncaki klasemen Liga 1, mungkin bisa jadi inspirasi: ketika tekanan datang, tetap tenang, pertahankan strategi, dan manfaatkan momentum untuk bangkit lebih kuat. Bagi pelaku pasar, hari ini adalah hari belajar—volatilitas adalah bagian dari permainan, tapi disiplin dan kesabaran tetap menjadi kunci utama. Semoga pekan depan pasar kembali stabil dan IHSG bisa rebound dengan sehat.

BACA SELENGKAPNYA DI…

  • Related Posts

    IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi

    IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan setelah anjlok tajam pada perdagangan Senin (2 Februari 2026). Indeks ditutup turun 4,88 persen atau 406,88…

    Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal

    Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan semakin meluas sejak akhir Januari 2026, memicu kabut asap tebal yang menyelimuti sebagian besar pulau hingga 2…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi

    • By admin
    • February 4, 2026
    • 2 views
    IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi

    Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal

    • By admin
    • February 3, 2026
    • 4 views
    Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal

    IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa

    • By admin
    • February 1, 2026
    • 6 views
    IHSG Anjlok 2,5% Picu Trading Halt di Bursa

    Rupiah Melemah ke Rp16.810 per Dolar AS

    • By admin
    • January 31, 2026
    • 7 views
    Rupiah Melemah ke Rp16.810 per Dolar AS

    Penembakan Perawat ICU di Minneapolis AS

    • By admin
    • January 30, 2026
    • 10 views
    Penembakan Perawat ICU di Minneapolis AS

    Konflik Gajah-Warga di Lampung

    • By admin
    • January 29, 2026
    • 9 views
    Konflik Gajah-Warga di Lampung