BMKG Memprediksi Ada 3 Siklon Dekat Dengan RI. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terbaru pada Jumat, 17 Januari 2026, bahwa tiga siklon tropis sedang aktif berada di sekitar wilayah Indonesia. Ketiga siklon ini terpantau di Samudra Hindia bagian selatan, Laut Arafura, serta Laut Filipina timur, dengan potensi memberikan dampak signifikan berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di berbagai provinsi. Peringatan ini menjadi salah satu yang paling serius dalam beberapa bulan terakhir karena posisi siklon yang relatif dekat dengan daratan Indonesia, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama di wilayah pesisir dan pegunungan. BMKG menegaskan bahwa pantauan terus dilakukan 24 jam untuk memperbarui posisi dan kekuatan siklon secara real time. BERITA TERKINI
Posisi dan Karakteristik Ketiga Siklon: BMKG Memprediksi Ada 3 Siklon Dekat Dengan RI
Siklon pertama bernama siklon tropis 01S terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dengan jarak sekitar 800 kilometer dari pantai selatan Pulau Jawa. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 85 km/jam dengan tekanan pusat 990 hPa dan masih bergerak ke arah barat daya. Siklon kedua, siklon tropis 02S, berada di Laut Arafura sekitar 600 kilometer utara Australia dan tenggara Nusa Tenggara Timur, dengan kecepatan angin 95 km/jam serta potensi menguat menjadi badai tropis dalam 24-36 jam ke depan. Siklon ketiga terdeteksi di Laut Filipina timur dengan jarak sekitar 1.200 kilometer dari Sulawesi Utara, memiliki angin maksimum 75 km/jam dan bergerak lambat ke arah barat laut. Ketiga siklon ini saling berinteraksi sehingga menciptakan pola angin yang kompleks, memicu pertumbuhan awan konvektif masif di sekitar Indonesia bagian selatan dan timur. BMKG memperkirakan ketiganya akan bertahan hingga akhir Januari sebelum melemah atau bergerak menjauh.
Dampak yang Diprediksi dan Daerah Rawan: BMKG Memprediksi Ada 3 Siklon Dekat Dengan RI
Dampak paling signifikan diprediksi terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur akibat siklon 01S dan 02S. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi turun selama tiga hingga lima hari ke depan, disertai kilat dan angin kencang hingga 60 km/jam. Gelombang di perairan selatan Jawa dan Bali diperkirakan mencapai 4-6 meter, sementara di Laut Arafura dan Laut Banda bisa mencapai 3-5 meter. Daerah pegunungan di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta NTB dan NTT juga berisiko longsor dan banjir bandang karena curah hujan tinggi ditambah tanah yang sudah jenuh. Di wilayah utara seperti Sulawesi dan Maluku pengaruh siklon ketiga lebih ringan namun tetap memicu hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di perairan. BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini level tinggi untuk 18 provinsi dan meminta nelayan serta operator kapal untuk menunda aktivitas di laut hingga kondisi membaik.
Langkah Mitigasi dan Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah daerah di berbagai provinsi sudah mulai menggelar rapat koordinasi darurat bersama BPBD untuk mempersiapkan posko, logistik, serta tim evakuasi. Masyarakat diminta segera membersihkan saluran air, memastikan atap rumah kuat, serta menyiapkan cadangan makanan dan obat-obatan untuk minimal tiga hari. Nelayan dan wisatawan bahari diimbau tidak memaksakan diri ke laut karena gelombang tinggi masih berpotensi meningkat. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi mobile BMKG atau kanal komunikasi pemerintah daerah. Upaya mitigasi dini seperti pembersihan sungai dan pengecekan tanggul di daerah rawan banjir sudah dilakukan sejak awal Januari, namun kondisi tiga siklon sekaligus ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak.
Kesimpulan
Kemunculan tiga siklon tropis secara bersamaan di sekitar Indonesia menjadi fenomena langka yang menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Prediksi BMKG menunjukkan potensi dampak cuaca ekstrem yang cukup luas, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di banyak wilayah pesisir dan pegunungan. Meski siklon-siklon ini belum menunjukkan tanda akan mendarat langsung di daratan, pengaruh tidak langsungnya sudah cukup untuk mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi. Dengan koordinasi yang baik serta kepatuhan masyarakat terhadap imbauan, diharapkan dampak buruk bisa diminimalisir dan masyarakat dapat melewati periode ini dengan selamat. Pantau terus informasi resmi agar setiap langkah antisipasi tetap tepat dan cepat.




