IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan setelah anjlok tajam pada perdagangan Senin (2 Februari 2026). Indeks ditutup turun 4,88 persen atau 406,88 poin ke level 7.922,73, menjadi koreksi harian terdalam dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan jual masif melanda hampir seluruh sektor, terutama bahan baku dan energi. Meski demikian, pemerintah langsung memberikan sinyal positif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan pasar akan segera stabil, bahkan sudah ada tanda pemulihan pada Selasa ini dengan penguatan lebih dari 2,5 persen. INFO CASINO
Penyebab Penurunan Tajam IHSG: IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi
Pelemahan Senin lalu dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Harga emas dunia merosot tajam akhir pekan sebelumnya, membuat saham-saham tambang dan perdagangan emas anjlok hingga double digit. Investor asing masih mencatat net sell besar, meski tidak sebesar pekan lalu. Tekanan juga datang dari kekhawatiran lanjutan soal transparansi dan likuiditas pasar yang sempat memicu koreksi ekstrem akhir Januari.
Semua sektor ikut terkoreksi. Bahan baku turun paling dalam, diikuti energi dan siklikal. Volume transaksi tetap tinggi, tapi mayoritas bergerak satu arah: jual. Ini membuat IHSG sempat menyentuh level terendah intraday di bawah 7.900 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
Janji Stabilisasi dari Pemerintah: IHSG Turun Tajam, Pemerintah Janji Stabilisasi
Pemerintah tidak tinggal diam. Airlangga Hartarto menegaskan ekonomi Indonesia tetap kuat dengan target pertumbuhan 6 persen dan IHSG di level 10.000 akhir tahun. Ia menyebut penurunan baru-baru ini hanya normalisasi portofolio investor, bukan sinyal fundamental buruk.
Danantara, melalui CEO-nya Rosan Roeslani, bahkan sudah memproyeksikan rebound sejak akhir pekan lalu. Meski Senin tidak sesuai harapan, reformasi besar sedang berjalan: demutualisasi BEI, peningkatan transparansi kepemilikan, dan penerapan standar internasional lebih ketat. Langkah ini diyakini akan mengembalikan kepercayaan asing dalam waktu dekat.
Pada Selasa pagi, Airlangga mengumumkan sudah ada net inflow asing lebih dari Rp600 miliar. Ini menjadi bukti konkret bahwa dana asing mulai kembali setelah sempat keluar dalam dua minggu terakhir.
Reaksi Pasar dan Antisipasi ke Depan
Hari ini (3 Februari), IHSG langsung merespons positif. Indeks ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,60, dengan seluruh sektor menghijau. Saham-saham konglomerasi yang sempat tertekan kemarin ikut bangkit. Meski asing masih net sell tipis, volume beli domestik cukup kuat untuk menopang penguatan.
Analis meminta investor tetap tenang. Volatilitas masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, tapi tren jangka menengah dipandang positif selama reformasi terus berjalan. Pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan jika diperlukan, termasuk langkah koordinasi dengan OJK dan BEI untuk menjaga likuiditas.
Kesimpulan
Penurunan tajam IHSG Senin lalu memang mengejutkan, tapi langsung diikuti respons cepat dari pemerintah. Janji stabilisasi bukan sekadar kata-kata; sudah ada bukti dana asing mulai masuk lagi dan reformasi struktural sedang berproses. Pasar modal memang dinamis, tapi fondasi ekonomi Indonesia masih solid. Dengan kesabaran dan langkah yang tepat, IHSG berpotensi kembali ke jalur penguatan dalam waktu tidak terlalu lama. Investor disarankan fokus pada fundamental perusahaan, bukan fluktuasi harian.




