Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan semakin meluas sejak akhir Januari 2026, memicu kabut asap tebal yang menyelimuti sebagian besar pulau hingga 2 Februari. Titik panas tercatat lebih dari 1.800 lokasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, dengan kabut asap mencapai indeks kualitas udara (AQI) di atas 300 di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin—kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Ribuan warga mengalami gangguan pernapasan, sekolah ditutup, dan penerbangan terganggu di beberapa bandara. Fenomena ini dipicu kombinasi musim kemarau panjang, angin monsun timur yang kering, dan pembukaan lahan secara ilegal untuk perkebunan sawit serta pertambangan. INFO CASINO
Penyebab dan Penyebaran Kebakaran: Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal
Musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya (curah hujan Januari hanya 30–50% normal) membuat lahan gambut dan hutan sekunder sangat kering dan mudah terbakar. Mayoritas titik panas berasal dari pembakaran lahan untuk persiapan tanam sawit dan penebangan ilegal. Di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang dan Sintang menjadi pusat kebakaran dengan lebih dari 600 titik panas aktif. Kalimantan Tengah mencatat 700 titik, terutama di Kapuas dan Pulang Pisau, sementara Kalimantan Selatan melaporkan 500 titik di Banjar dan Barito Kuala.
Kabut asap menyebar luas karena angin timur yang stabil membawa partikel PM2.5 ke arah barat dan selatan. AQI di Pontianak sempat mencapai 380 (berbahaya), Palangkaraya 340, dan Banjarmasin 310 pada pagi 2 Februari. Di beberapa daerah, jarak pandang turun hingga di bawah 100 meter, memaksa penutupan bandara Supadio (Pontianak) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya) untuk penerbangan sipil selama 6–8 jam.
Dampak Kesehatan dan Sosial: Kebakaran Hutan Kalimantan Picu Kabut Asap Tebal
Lebih dari 120.000 jiwa terdampak langsung kabut asap tebal. Rumah sakit di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin melaporkan lonjakan pasien ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) hingga 300% dalam tiga hari terakhir, terutama anak-anak dan lansia. Sekitar 1.200 sekolah di tiga provinsi terpaksa diliburkan, dan aktivitas luar ruangan dibatasi. Masker N95 menjadi langka di apotek, sementara masyarakat menggunakan masker kain biasa yang kurang efektif.
Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dari terganggunya transportasi udara, penurunan produktivitas, dan kerusakan tanaman hortikultura akibat asap. Beberapa perusahaan sawit dan pertambangan dilaporkan menghentikan operasi sementara karena visibilitas rendah dan tekanan dari pemerintah daerah.
Respons Pemerintah dan Upaya Pemadaman
Pemerintah pusat menetapkan status siaga darurat kabut asap di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan sejak 1 Februari. BNPB mengerahkan 12 helikopter water bombing dan 8 pesawat penyiram dari TNI AU serta Manggala Agni. Operasi pemadaman darat melibatkan 2.500 personel gabungan TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan. Presiden memerintahkan percepatan penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan ilegal, dengan ancaman pidana berat sesuai UU Lingkungan Hidup.
BMKG memperpanjang peringatan hingga 5 Februari dengan potensi angin timur tetap dominan dan hujan masih minim. Masyarakat diimbau menggunakan masker N95, membatasi aktivitas luar ruangan, dan menjaga kesehatan pernapasan, terutama anak-anak dan lansia. Pemerintah daerah diminta mempercepat distribusi masker dan obat ISPA gratis di puskesmas.
Kesimpulan
Kebakaran hutan di Kalimantan yang memicu kabut asap tebal pada awal Februari 2026 telah mengganggu kehidupan ratusan ribu warga, menutup sekolah, dan mengancam kesehatan masyarakat. Respons pemerintah melalui pemadaman udara dan darat sudah digencarkan, namun tantangan terbesar tetap pada pencegahan pembakaran lahan ilegal dan perubahan pola musim akibat iklim. Kabut asap ini menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya soal alam, tapi juga soal kesehatan dan ekonomi rakyat. Semoga hujan segera datang dan api bisa segera padam total. Warga Kalimantan diminta tetap waspada dan saling jaga kesehatan. Bersama kita lindungi hutan, karena asap hari ini adalah warisan bagi anak cucu besok. Tetap aman di tengah kabut!




