Kunjungan Mall Diproyeksi Naik 10-15% Saat Ramadan. Menjelang Ramadan 2026, pengelola pusat perbelanjaan di berbagai kota besar Indonesia memproyeksikan lonjakan kunjungan pengunjung sebesar 10–15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Prediksi ini disampaikan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pada 19 Februari 2026, berdasarkan data pra-Ramadan dan tren belanja masyarakat pasca-pandemi. Faktor utama pendorong kenaikan ini adalah peningkatan daya beli kelas menengah, tradisi belanja kebutuhan bulan puasa, serta kembali maraknya acara buka bersama dan takjil drive-thru di mal. Di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, hampir seluruh mal besar sudah menyiapkan program khusus Ramadan untuk menarik pengunjung, mulai dari diskon besar-besaran hingga zona kuliner malam yang diperluas. MAKNA LAGU
Faktor Pendorong Lonjakan Kunjungan: Kunjungan Mall Diproyeksi Naik 10-15% Saat Ramadan
Beberapa alasan utama yang membuat pengelola mal optimistis:
Daya beli masyarakat yang mulai pulih, ditopang kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026 rata-rata 6–8% di berbagai daerah.
Tradisi belanja baju lebaran, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan takjil yang tetap kuat di kalangan keluarga Muslim.
Kembali normalnya aktivitas buka bersama (bukber) kantor, komunitas, dan keluarga besar setelah dua tahun terbatas akibat pandemi.
Program Ramadan khusus dari mal-mal besar: diskon hingga 70% di tenant fashion dan elektronik, zona kuliner malam yang buka hingga pukul 01.00 WIB, serta event religi seperti tarawih bersama dan pengajian ringan.
Di Jakarta saja, mal-mal seperti Grand Indonesia, Pantai Indah Kapuk Avenue, Senayan City, dan Summarecon Mall Kelapa Gading memproyeksikan kunjungan harian naik 12–18% pada pekan ketiga dan keempat Ramadan. Di luar Jakarta, mal-mal di Surabaya (Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall) dan Bandung (Paris Van Java, Trans Studio Mall) juga mencatat reservasi tenant makanan malam melonjak hingga 40% dibandingkan hari biasa.
Persiapan Pengelola Mal dan Antisipasi: Kunjungan Mall Diproyeksi Naik 10-15% Saat Ramadan
Pengelola mal sudah menyiapkan sejumlah langkah agar lonjakan kunjungan berjalan aman dan nyaman. Beberapa antisipasi utama meliputi:
Penambahan petugas keamanan dan satpam hingga 30% pada jam sibuk (17.00–23.00 WIB).
Penambahan fasilitas mushola dan tempat wudu di area food court serta lantai parkir.
Perpanjangan jam operasional food court hingga pukul 01.00–02.00 WIB di sebagian besar mal besar.
Pengaturan lalu lintas parkir dengan sistem valet tambahan dan shuttle bus antar-lantai parkir.
Kampanye “Buka Puasa di Mal” dengan paket takjil murah dan promo buy-1-get-1 di tenant makanan.
APPBI juga mengingatkan agar pengunjung tetap menjaga protokol kesehatan dasar meski situasi pandemi sudah jauh lebih terkendali, terutama di area ramai seperti food court dan area salat tarawih.
Kesimpulan
Proyeksi kenaikan kunjungan mall 10–15% saat Ramadan 2026 menandakan pemulihan aktivitas masyarakat pasca-pandemi dan optimisme pelaku usaha ritel. Dengan persiapan matang dari pengelola mal serta antusiasme warga untuk berbuka bersama dan belanja kebutuhan lebaran, suasana Ramadan tahun ini diprediksi jauh lebih meriah dibandingkan dua tahun terakhir. Di tengah Februari 2026, tren ini juga memberi harapan positif bagi sektor ritel dan UMKM yang bergantung pada lalu lintas pengunjung mal. Semoga Ramadan kali ini membawa berkah bagi semua—baik bagi yang berbelanja maupun yang menjajakan—dan tetap menjaga kenyamanan serta keamanan bersama di pusat perbelanjaan.




