Peringatan Dini BMKG: Hujan Sangat Lebat di Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini hujan sangat lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh Bali mulai Jumat malam (13 Februari 2026) hingga Minggu pagi (15 Februari 2026). Curah hujan diperkirakan mencapai 100–200 mm per hari di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, serta 60–120 mm di wilayah pesisir dan kota. Status siaga diberlakukan untuk potensi banjir, longsor, dan banjir bandang, terutama di Kabupaten Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Buleleng. BMKG meminta masyarakat, wisatawan, dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan karena hujan ekstrem ini bertepatan dengan musim libur panjang dan lonjakan kunjungan wisatawan ke Bali. REVIEW KOMIK
Penyebab dan Prakiraan Cuaca: Peringatan Dini BMKG: Hujan Sangat Lebat di Bali
Hujan sangat lebat dipicu oleh kombinasi Monsun Asia yang masih aktif dan bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di atas Bali. Kelembapan udara lapisan rendah mencapai 90–95 persen, ditambah suhu permukaan laut yang hangat (>29 °C) sehingga mendukung pembentukan awan cumulonimbus besar. BMKG memperkirakan intensitas tertinggi terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, dengan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang 40–60 km/jam.
Pada Minggu pagi intensitas mulai menurun menjadi hujan sedang-lebat, namun potensi longsor dan banjir bandang tetap tinggi karena tanah di lereng gunung sudah jenuh air. Wilayah rawan meliputi lereng Gunung Agung, Gunung Batur, dan hulu sungai di Gianyar serta Karangasem. Di pesisir selatan (Kuta, Jimbaran, Nusa Dua) dan utara (Singaraja, Lovina), gelombang tinggi 2,5–4 meter juga diwaspadai akibat angin kencang.
Dampak dan Antisipasi: Peringatan Dini BMKG: Hujan Sangat Lebat di Bali
Hingga Jumat sore, hujan deras sudah menyebabkan genangan di beberapa titik di Denpasar, Gianyar, dan Tabanan. Jalan raya di kawasan Ubud dan Tegallalang sempat terendam hingga 30–50 cm, sementara longsor kecil terjadi di jalur alternatif Kintamani–Singaraja. BPBD Bali mencatat 28 titik rawan longsor yang masih dipantau, terutama di lereng Gunung Agung dan Batur.
Pemprov Bali dan kabupaten/kota sudah mengaktifkan status siaga. Posko bencana dibuka di 9 kabupaten/kota, dengan 45 unit perahu karet dan tim evakuasi siap dikerahkan. Dinas PUPR Bali mempercepat pembersihan saluran drainase di Denpasar dan Badung. Dinas Pariwisata Bali mengimbau wisatawan menghindari aktivitas outdoor di lereng gunung dan pantai selatan hingga Minggu malam. PLN Bali menyiapkan genset darurat di 12 rumah sakit dan posko utama, sementara Dinas Kesehatan menyiapkan stok obat-obatan dan tim kesehatan untuk antisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare dan ISPA. Bandara Ngurah Rai masih normal, tapi maskapai diimbau memantau cuaca untuk penerbangan pagi.
Kesimpulan
Peringatan dini BMKG soal hujan sangat lebat di Bali harus dijadikan sinyal serius oleh semua pihak. Meski belum menimbulkan korban jiwa besar, potensi banjir, longsor, dan banjir bandang di wilayah pegunungan serta genangan di pesisir sangat nyata. Respons cepat Pemprov Bali dan kabupaten/kota patut diapresiasi, terutama dalam pembukaan posko dan distribusi peringatan. Namun kejadian ini juga menegaskan perlunya solusi jangka panjang: normalisasi sungai, restorasi hutan lindung, penataan drainase kota, dan edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi. Semoga hujan segera reda dan Bali bisa melewati periode ini tanpa korban jiwa maupun kerugian besar. Warga dan wisatawan diimbau tetap waspada, ikuti peringatan resmi, dan hindari daerah rawan hingga cuaca benar-benar membaik.




