Cuaca Ekstrem Sebabkan Kecelakaan di Tol Trans Jawa. Cuaca ekstrem yang melanda Jawa sejak 11 Februari 2026 menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa. Hujan lebat disertai angin kencang dan visibilitas rendah memicu insiden di beberapa titik, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Data sementara dari Korps Lalu Lintas Polri mencatat setidaknya 18 kecelakaan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan korban luka-luka mencapai puluhan orang dan satu korban meninggal dunia di Tol Semarang–Solo. Genangan air, aquaplaning, dan pohon tumbang menjadi faktor utama, memperburuk kondisi jalan tol yang biasanya ramai di musim hujan. Situasi ini menambah daftar panjang kecelakaan terkait cuaca di Tol Trans Jawa, mengingatkan pengendara untuk lebih waspada saat musim hujan puncak masih berlangsung. REVIEW KOMIK
Penyebab Utama Kecelakaan: Cuaca Ekstrem Sebabkan Kecelakaan di Tol Trans Jawa
Hujan deras dengan intensitas 100–180 mm dalam 12 jam memicu genangan air di beberapa segmen tol, terutama di daerah rendah seperti sekitar Salatiga, Solo, dan Mojokerto. Aquaplaning—kondisi ban kehilangan traksi karena lapisan air—menjadi penyebab utama kecelakaan beruntun. Di KM 487 Tol Semarang–Solo arah Solo, sebuah truk kontainer tergelincir dan menabrak pembatas beton, menyebabkan kemacetan hingga 10 km dan satu korban tewas. Di Tol Surabaya–Mojokerto, dua mobil penumpang terlibat tabrakan beruntun karena visibilitas nol akibat hujan deras dan cipratan air dari kendaraan besar.
Angin kencang hingga 50 km/jam juga merobohkan pohon di pinggir tol, menimpa beberapa kendaraan ringan di Tol Solo–Ngawi dan Tol Pandaan–Malang. Petir yang intens memaksa beberapa pengendara berhenti mendadak, menambah risiko tabrakan dari belakang. BMKG mencatat bahwa Monsun Asia yang aktif, ditambah daerah konvergensi angin di atas Jawa Tengah dan Jawa Timur, menghasilkan cuaca ekstrem dengan durasi hujan panjang dan angin kencang sesaat. Kondisi ini diperburuk oleh drainase tol yang tersumbat sampah dan material longsor kecil di beberapa titik lereng.
Dampak dan Respons Penanganan: Cuaca Ekstrem Sebabkan Kecelakaan di Tol Trans Jawa
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di Tol Trans Jawa, terutama arah timur dan barat. Di Tol Semarang–Solo, arus lalu lintas sempat terhenti total selama hampir empat jam, memaksa ribuan kendaraan berhenti di bahu jalan. Korban luka-luka dibawa ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Dr. Moewardi di Solo dan RSUD Dr. Soetomo di Surabaya. Polisi lalu lintas bersama Jasa Marga dan tim SAR bekerja cepat membersihkan material longsor dan pohon tumbang, serta mengalihkan arus ke jalur alternatif seperti jalan nasional Pantura dan jalur selatan Jawa.
Jasa Marga menutup sementara beberapa gerbang tol dan menambah petugas di titik rawan. Ambulans dan kendaraan derek ditempatkan lebih banyak di rest area utama. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menghindari perjalanan malam jika tidak mendesak. Beberapa maskapai juga menunda atau membatalkan penerbangan dari dan ke bandara di Jawa Tengah serta Jawa Timur karena kondisi cuaca serupa.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem yang memicu kecelakaan di Tol Trans Jawa menjadi pengingat serius bahwa musim hujan puncak masih membawa risiko tinggi bagi pengendara. Dengan hujan lebat, angin kencang, dan genangan air sebagai pemicu utama, keselamatan di jalan tol sangat bergantung pada kewaspadaan pengemudi dan respons cepat petugas. Penanganan darurat oleh Korlantas, Jasa Marga, dan BPBD sudah berjalan, tapi pencegahan jangka panjang seperti perbaikan drainase tol, pemasangan lebih banyak sensor cuaca, dan edukasi pengendara perlu dipercepat. Di tengah prakiraan cuaca buruk yang masih berlanjut hingga akhir Februari, pengendara diimbau memantau informasi BMKG dan Korlantas sebelum berangkat. Keselamatan tetap nomor satu—jangan memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan. Semoga tidak ada korban tambahan dan lalu lintas segera normal kembali.




