Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di pesisir utara Jakarta hingga 7 Februari 2026. Kenaikan muka air laut mencapai 70–90 cm di atas pasang normal, dipicu kombinasi pasang purnama, angin kencang dari utara, dan pengaruh bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa. Hingga pagi ini, 14 kelurahan di lima kecamatan Jakarta Utara sudah mengalami genangan rob setinggi 40–110 cm. Genangan ini diperparah luapan sungai kecil dan saluran drainase yang tersumbat, membuat ribuan rumah warga serta kawasan industri kecil terdampak. INFO CASINO
Wilayah Rawan dan Tingkat Genangan: Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta Utara
Genangan rob paling parah terjadi di Kecamatan Cilincing, Koja, Tanjung Priok, Pluit, dan Penjaringan. Kelurahan yang terendam meliputi:
Cilincing, Kalibaru, Rorotan, Semper Barat (genangan 60–110 cm)
Koja Utara, Koja Selatan (genangan 50–90 cm)
Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Baru (genangan 50–80 cm)
Pluit, Penjaringan, Kapuk Muara, Pejagalan (genangan 40–70 cm)
Genangan ini terutama terjadi saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 WIB dan 16.00–19.00 WIB. Debit Sungai Sunter dan Kali Item juga meningkat karena hujan di hulu Bogor, sehingga rob bercampur dengan limpasan air tawar dan memperburuk genangan di kawasan rendah.
Dampak terhadap Masyarakat dan Aktivitas: Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta Utara
Lebih dari 6.000 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 1.500 keluarga mengalami genangan di dalam rumah. Akses jalan utama seperti Jalan Pluit Raya, Jalan Kapuk, dan Jalan Lodan lumpuh total pada jam pasang tinggi, mengganggu distribusi logistik dan aktivitas pelabuhan Tanjung Priok. Beberapa kawasan industri kecil di Cilincing dan Kapuk Muara terendam, menyebabkan kerusakan barang dagangan dan peralatan.
Belum ada laporan korban jiwa, tetapi beberapa warga mengalami luka ringan akibat terseret arus dan serpihan material. BPBD DKI Jakarta telah membuka posko pengungsian di 12 kelurahan dan mendirikan dapur umum. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan sudah mulai disalurkan. Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Bencana, TNI-Polri, dan relawan menggunakan perahu karet untuk evakuasi warga dari rumah-rumah terendam.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga banjir rob hingga 7 Februari 2026 dengan potensi genangan masih tinggi pada jam-jam pasang puncak. Masyarakat pesisir Jakarta Utara diimbau:
Hindari melintas di kawasan rawan genangan jika tidak mendesak.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi banjir melalui aplikasi Jakarta Siaga, Twitter @BPBDJakarta, dan radio lokal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memerintahkan percepatan penyedotan air di 14 kelurahan terdampak dan pembersihan saluran drainase pesisir. PLN menurunkan tim untuk memulihkan listrik yang padam karena gardu terendam. Dishub DKI juga memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara dengan mengalihkan kendaraan dari Jalan Pluit Raya ke Jalan Lodan dan Jalan Raya Pluit.
Kesimpulan
Potensi banjir rob di pesisir Jakarta Utara hingga 7 Februari 2026 menjadi ancaman nyata bagi warga dan aktivitas ekonomi kawasan. Genangan yang mencapai 110 cm di beberapa titik menunjukkan betapa rentannya wilayah pesisir terhadap pasang tinggi dan hujan di hulu. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan Pemprov DKI sudah terlihat, namun pencegahan jangka panjang seperti normalisasi sungai, peningkatan tanggul, dan pengelolaan sampah drainase tetap menjadi kunci. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan memanfaatkan informasi resmi. Semoga rob segera surut tanpa menimbulkan korban lebih lanjut.




